Pendiri Moped Jakarta, Gibon menyampaikan kepada wartawan bahwa beberapa bagian di Moped sangat unik. Terlepas dari tahun kelahirannya yang sudah 51 tahun lalu, sistem penggeraknya cukup berbeda dari motor kebanyakan.
"Sebagian mungkin bisa dikawinkan. Seperti leher atau bearing, rantai, sampai oli. Tapi bagian vitalnya rada sulit karena ini berbeda sekali misalkan saja pada sistem transmisinya. Ini transmisi kan di tangan, kalau yang motor sekarang mana ada seperti ini," katanya di TMII, Jakarta, akhir pekan kemarin.
LarisQQ - Domino QQ
"Velg juga ini kan ring 19. Kalau sekarang paling 17 atau 18. Jadi rada susah carinya," tambah Gibon.
Tetapi merawat Moped tidaklah rumit. Penggunaan oli, misalnya, cukup gunakan oli pasaran hari ini saja yakni SAE 40.
"Pandangan orang kan motor seperti itu karena memang belum pernah memakainya. Jadi khawatir, ini motor sudah tua bisa jalan atau tidak. Tenang saja, ini bisa digunakan kok seperti motor pada umumnya. Misalkan oli, ini pakai saja SAE 40, sudah cocok," kata Gibon.
Selain itu, sebenarnya motor berpedal ini sudah diproduksi sangat lama yakni sekitar tahun 1930 sampai 1960. Melihat dari tahun lansirannya itu, Gibon menyatakan motor sangatlah bandel.
"Contoh saja salah satu Moped kita, ini kan produksi tahun 1951, tapi masih jalan sampai sekarang. Masih sehat. Kuat," paparnya.
Baca juga: Naik Motor Pedal Harus Sabar, Kecepatannya Mentok di 60 km/jam
LarisQQ - Poker Online
Seiring perkembangan, penggemar Moped kian bertambah. Wajar saja, motor dengan bentukan unik ini hanya dibanderol sekitar Rp 5 sampai Rp 30 juta. Paling mahal Rp 40 juta ke bawah.
"Ini sudah 6 tahunan mungkin kita ngumpul-ngumpul. Tapi baru tahun kemarin komunitas Moped Jakarta diresmikan. Tiga tahun belakangan mulai banyak nih peminatnya. Entah kenapa," tutup Gibon.





No comments:
Post a Comment